Preferensi Konsumen Pada Inovasi Singapore Laksa Noodle Dengan Pemanfaatan Tepung Talas Dan Protein Keong SawahPreferensi Konsumen Pada Inovasi Singapore Laksa Noodle Dengan Pemanfaatan Tepung Talas Dan Protein Keong Sawah
DOI:
https://doi.org/10.60038/jpv.v7i1.165Kata Kunci:
Preferensi Konsumen, Inovasi, Tepung Talas, Keong Sawah, Singpore Laksa NoodleAbstrak
Diterima :
Ketergantungan industri kuliner terhadap tepung terigu impor dan meningkatnya kesadaran akan isu gluten mendorong perlunya inovasi mi berbahan pangan lokal. Penelitian ini menganalisa preferensi konsumen dalam inovasi Singapore Laksa Noodle berbahan tepung talas dan protein keong sawah. Dalam penelitian ini diuji cita rasa, gizi, dan biaya produksi Singapore Laksa Noodle berbahan tepung talas dan protein keong sawah, dibandingkan produk berbahan terigu konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melibatkan uji organoleptik dilakukan oleh panelis terlatih dan uji tingkat kesukaan pada panelis tidak terlatih terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan preferensi konsumen pada mi eksperimen unggul pada rasa dan aroma. Pada kandungan gizi, kalori dan lemak lebih rendah, serta biaya produksi lebih murah dibandingkan produk pembanding. Preferensi konsumen pada Singapore Laksa Noodle berbahan talas dan keong sawah layak dikembangkan sebagai pangan fungsional yang sehat, rendah gluten, dan ekonomis.
Referensi
Adyaharjanti, A., & Hartono. (2020). Dampak pengeluaran wisatawan mancanegara terhadap perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, Vol 13(1), 17–31.
Aida, N. A. (2024). The effect of the tourism sector on economic growth in Indonesia. WSEAS Transactions on Business and Economics, 21, 1073–1081.
Anisa, S., Febriyani, S. F., Asyah, D. N., & Jumiono, A. (2025). Pemanfaatan talas (Colocasia esculenta) sebagai bahan baku pangan alternatif berdasarkan karakteristik fisikokimia, organoleptik, dan aplikasi fungsional. Karimah Tauhid, Vol 4 (1).
Apriyanti, M. E. (2018). Pentingnya kemasan terhadap penjualan produk perusahaan. Sosio E-Kons, Vol 10(1), 20–27.
Astawan, M. (2022). Ketergantungan terigu dan diversifikasi pangan berbasis lokal di Indonesia. Jurnal Pangan, Vol 31(1), 15–24.
Babang, K. R., & Ndahwali. (2024). Analisis kandungan kimia mie basah keong sawah. Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis (JPPT), Vol 2(1), 117–126.
Bere, M., dkk. (2024). Nilai gizi, karakteristik fisik, dan sifat fungsional tepung talas (Colocasia esculenta) termodifikasi sebagai alternatif pangan fungsional. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, Vol 23 (1).
Cacciafoco, F. P. (2024). Naming what we eat: Food and beverage names in the context of Singapore hawker centres. Journal of Language Contact and Food Studies, 12–25.
Fajriyah, I., & Ilmi. (2020). Karakteristik kimia dan sensoris kerupuk pasir keong sawah (Pila ampullacea) sebagai cemilan sehat sumber protein. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, Vol 4(2), 206–215.
Fuliyana dan Maria. (2022). Preferensi Konsumen terhadap Produk Olahan Ikan (Studi pada Industri Rumah Tangga Paguyuban Rawa Pesona). Jurnal Agrikultura Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana, Vol 33 (2): 161-169.
Ismail, N. M., Bait, Y., & Kasim, R. (2023). Pengaruh perbandingan tepung talas dan tepung tapioka terhadap karakteristik kimia dan organoleptik biskuit bebas gluten. Jambura Journal of Food Technology, Vol 5 (1), 32–44.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Kemenkes RI.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Statistik Pertanian 2022. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI.
Nurhidayanti, N. S., Suhartatik, N., & Mustofa, A. (2023). Karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi kering substitusi tepung talas (Colocasia esculenta) dengan penambahan daun katuk (Sauropus androgynus). JITIPARI: Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI, Vol 8 (1), 40–48.
Permatasari, N. E., & Adi, A. C. (2018). Daya terima dan kandungan gizi (energi, protein) gyoza yang disubstitusi keong sawah (Pila ampullacea) dan puree kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia, Vol 13 (1).
Ramadhani, F., dkk. (2026). Efektivitas diet bebas gluten dalam menurunkan gejala dan peradangan mukosa pada celiac disease: A systematic review. Journal of Qualitative Health Research & Case Studies Reports, Vol 6(1), 92–101.
Rosalina, L. (2018). Kadar protein, elastisitas, dan mutu hedonik mie basah dengan substitusi tepung ganyong. Jurnal Pangan dan Gizi (UNIMUS), Vol 8 (1).
Statistik, B. P. (2023). Statistik perdagangan luar negeri Indonesia: Impor 2022. BPS - Statistics Indonesia.
Stone, M. J., Migacz, S., & Sthapit, E. (2022). Connections between culinary tourism experiences and memory. Journal of Hospitality & Tourism Research, Vol 46 (4), 797–807.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Tarwendah, I. P. (2017). Jurnal review: Studi komparasi atribut sensoris dan kesadaran merek produk pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, Vol 5 (2), 66–73.
Wijayanti, A. (2020). Wisata kuliner sebagai strategi penguatan pariwisata di Kota Yogyakarta, Indonesia. Khasanah Ilmu — Jurnal Pariwisata dan Budaya, Vol 11(1), 55–62.
Wulandari, P., & Putri, N. A. (2022). Pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung talas beneng dan mocaf terhadap karakteristik fisikokimia mi kering. Jurnal Teknologi Pangan, Vol 16 (1).
