https://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/issue/feedJURNAL PARIWISATA VOKASI2026-07-23T08:11:44+07:00Sri Marinisrimarini@akparnhi.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Pariwisata Vokasi (JPV) </strong>adalah sebuah jurnal yang berisi kajian konsep-konsep terkait pariwisata di Indonesia, yang memuat tentang hasil ringkasan penelitian, survei dan tulisan ilmiah populer kepariwisataan dan Hospitaliti serta bidang vokasional pariwisata dan hospitality seperti hotel dan restoran baik dari sisi Sumber Daya Manusia ataupun operasional. Jurnal ini dapat menjadi fasilitas dalam pengembangan ilmu kepariwisataan dan/atau bidang vokasional pariwisata serta menjadi referensi khususnya bagi pemerhati pariwisata di Indonesia</p>https://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/162Pemanfaatan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Fruit Tart Sebagai Alternatif Healthy Food2026-07-13T19:44:47+07:00Najma Khaira Nabilanajmakhaira771@gmail.comErfin Roesfiannajmakhaira771@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tepung daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) sebagai bahan tambahan dalam pembuatan fruit tart sebagai alternatif <em>healthy food</em>, dengan mengganti sebagian tepung terigu pada kulit tart serta menggunakan <em>healthy pastry cream</em> berbahan dasar susu oat, madu, dan maizena sebagai isian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dengan melibatkan uji organoleptik dan uji hedonik. Pengujian dilakukan terhadap dua produk, yaitu fruit tart eksperimen (tepung daun kelor) dan fruit tart pembanding, meliputi uji cita rasa oleh 15 panelis terlatih dan 25 panelis tidak terlatih, untuk menilai aspek aroma, rasa, tekstur, dan warna dari produk yang dihasilkan. Selain itu, dilakukan perbandingan kandungan gizi, perbandingan biaya produksi, serta perbandingan harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun kelor berpotensi digunakan sebagai bahan fungsional dalam pembuatan fruit tart yang sehat sebagai camilan rendah kalori dan rendah lemak yang kaya mikronutrien dari daun kelor, disukai panelis, serta efisien dari segi biaya produksi.</p>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASIhttps://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/165Preferensi Konsumen Pada Inovasi Singapore Laksa Noodle Dengan Pemanfaatan Tepung Talas Dan Protein Keong Sawah 2026-07-18T12:03:58+07:00Sarah Sabyllahsarahsabyllah01@gmail.comSri Marinisrimarini@akparnhi.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="184"> <p>Diterima :</p> </td> <td width="438"> <p>Ketergantungan industri kuliner terhadap tepung terigu impor dan meningkatnya kesadaran akan isu gluten mendorong perlunya inovasi mi berbahan pangan lokal. Penelitian ini menganalisa preferensi konsumen dalam inovasi <em>Singapore Laksa Noodle</em> berbahan tepung talas dan protein keong sawah. Dalam penelitian ini diuji cita rasa, gizi, dan biaya produksi <em>Singapore Laksa Noodle</em> berbahan tepung talas dan protein keong sawah, dibandingkan produk berbahan terigu konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melibatkan uji organoleptik dilakukan oleh panelis terlatih dan uji tingkat kesukaan pada panelis tidak terlatih terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan preferensi konsumen pada mi eksperimen unggul pada rasa dan aroma. Pada kandungan gizi, kalori dan lemak lebih rendah, serta biaya produksi lebih murah dibandingkan produk pembanding. Preferensi konsumen pada <em>Singapore Laksa Noodle</em> berbahan talas dan keong sawah layak dikembangkan sebagai pangan fungsional yang sehat, rendah gluten, dan ekonomis.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASIhttps://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/170Implementasi Standard Operating Procedure Penitipan Barang Tamu dalam Mendukung Kualitas Layanan Concierge di Hotel Park Hyatt Jakarta. 2026-07-18T12:02:37+07:00Yayan Sugiartoyayan@akparnhi.ac.idSoraya Kenita Roseyayan@akparnhi.ac.id<p><em>Procedure</em> (SOP) penitipan barang tamu dalam mendukung kualitas layanan Concierge di Hotel Park Hyatt Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner terhadap 13 karyawan Concierge. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan tiga aspek, yaitu teknis, administratif dan prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOP belum dilaksanakan secara konsisten pada seluruh aspek. Ketidakkonsistenan terutama terjadi pada pelaksanaan prosedur teknis, pencatatan administrasi dan kepatuhan terhadap tahapan prosedural, khususnya pada kondisi operasional dengan tingkat aktivitas tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa kualitas layanan Concierge tidak hanya ditentukan oleh keberadaan SOP, tetapi juga oleh konsistensi implementasinya melalui penguatan <em>reliability</em>, <em>traceability</em> dan <em>service standardization</em> sebagai dasar peningkatan kualitas layanan.</p>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASIhttps://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/164Pemanfaatan Susu Biji Durian Sebagai Pengganti Santan Dalam Pembuatan Bolu Kemojo Khas Riau2026-07-20T12:02:29+07:00Ghini Kuntala Devighini@akparnhi.ac.idHavifah Yolandaghini@akparnhi.ac.id<p>Bolu Kemojo merupakan makanan tradisional khas Pekanbaru, Riau, yang umumnya menggunakan santan sebagai bahan cair utama. Tingginya kandungan lemak jenuh pada santan memicu pencarian alternatif bahan nabati yang lebih sehat. Di sisi lain, biji durian merupakan limbah konsumsi yang melimpah (30-40% dari massa buah) namun kaya akan karbohidrat dan pati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan susu biji durian sebagai pengganti santan pada Bolu Kemojo ditinjau dari cita rasa, nilai gizi, dan daya tahan. Metode yang digunakan adalah eksperimen murni dengan uji organoleptik melibatkan panelis terlatih (15 orang) dan tidak terlatih (20 orang) menggunakan Skala Likert 1-5 Susu biji durian (lemak 1,11g; protein 2,17g per 100g) memiliki kadar lemak jauh lebih rendah dibanding santan (lemak jenuh 21g per 100ml). Pemanfaatan limbah ini meningkatkan nilai ekonomis komoditi lokal sekaligus menawarkan alternatif bolu kemojo rendah lemak jenuh.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci:Bolu Kemojo, Susu Biji Durian, Pengganti Santan, Eksperimen</p> <p> </p>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASIhttps://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/168Pemanfaatan Tepung Wortel Dalam Pembuatan Kue Semprit2026-07-23T08:11:44+07:00Levina Ardelialevinaardelia@gmail.comDadi Indra Permanalevinaardelia@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginovasi produk kue tradisional semprit dengan memanfaatkan tepung wortel sebagai substitusi bahan utama guna meningkatkan nilai gizi dan variasi produk pastry. Masalah utama dalam industri kuliner saat ini adalah rendahnya konsumsi sayuran di kalangan masyarakat dan perlunya diversitas produk camilan sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan tiga taraf perlakuan substitusi tepung wortel (100%, 75%, dan 50%). Data dikumpulkan melalui uji organoleptik yang melibatkan panelis untuk menilai aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung wortel sebesar 75% merupakan formulasi terbaik yang paling diterima oleh panelis karena menghasilkan warna oranye yang menarik dan tekstur yang renyah tanpa menghilangkan karakteristik asli kue semprit. Pemanfaatan tepung wortel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata kuliner untuk mengembangkan produk oleh-oleh khas yang lebih bernilai gizi dan inovatif.</p>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASIhttps://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/view/166Substitusi Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tauco (Penggunaan Pada Produk Gulai Tauco)2026-07-22T11:38:17+07:00Karina Ravelinaravelinakarina@gmail.comSurya Aditya Wahyonoravelinakarina@gmail.com<p>Tauco umumnya dibuat dari kedelai, namun tingginya harga dan ketergantungan terhadap impor mendorong pemanfaatan jagung sebagai bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan tauco berbahan dasar jagung dengan tauco kedelai berdasarkan proses pembuatan, biaya produksi, kandungan gizi, dan penerapannya pada gulai tauco. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan observasi, studi pustaka, dan uji organoleptik menggunakan skala hedonik oleh 15 panelis terlatih dan 25 panelis tidak terlatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan tauco jagung memperoleh nilai organoleptik lebih tinggi (4,31 dan 4,20), memiliki biaya produksi lebih rendah (Rp26.500/batch) dibandingkan tauco kedelai (Rp29.000/batch), serta unggul pada kandungan karbohidrat, meskipun kadar protein dan lemak lebih rendah. Disimpulkan bahwa jagung layak digunakan sebagai bahan baku alternatif tauco karena menghasilkan produk yang diterima panelis dengan biaya produksi lebih ekonomis.</p>2026-07-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PARIWISATA VOKASI