Substitusi Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tauco (Penggunaan Pada Produk Gulai Tauco)
DOI:
https://doi.org/10.60038/jpv.v7i1.166Keywords:
Tauco, Diversifikasi pangan, Uji organoleptikAbstract
Tauco umumnya dibuat dari kedelai, namun tingginya harga dan ketergantungan terhadap impor mendorong pemanfaatan jagung sebagai bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan tauco berbahan dasar jagung dengan tauco kedelai berdasarkan proses pembuatan, biaya produksi, kandungan gizi, dan penerapannya pada gulai tauco. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan observasi, studi pustaka, dan uji organoleptik menggunakan skala hedonik oleh 15 panelis terlatih dan 25 panelis tidak terlatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan tauco jagung memperoleh nilai organoleptik lebih tinggi (4,31 dan 4,20), memiliki biaya produksi lebih rendah (Rp26.500/batch) dibandingkan tauco kedelai (Rp29.000/batch), serta unggul pada kandungan karbohidrat, meskipun kadar protein dan lemak lebih rendah. Disimpulkan bahwa jagung layak digunakan sebagai bahan baku alternatif tauco karena menghasilkan produk yang diterima panelis dengan biaya produksi lebih ekonomis.
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Pergerakan Wisatawan Nusantara 2023. Badan Pusat Statistik.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Daulay, R. A., Jannah, R., Yolanda, S. D., Karina, S. T., Annisa, G., & Pulungan, N. A. (2023). Percobaan fermentasi kacang kedelai (Glycine max (L.) Merril) sebagai tauco dengan berbagai jenis tepung di medan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5(1), 2244– 2251.
Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur. (2022). Laporan Kinerja Sektor Pariwisata Kabupaten Cianjur Tahun 2022. Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur.
Hall, C. M., Sharples, L., Mitchell, R., Macionis, N., & Cambourne, B. (2019). Food tourism around the world. Routledge.
Hermawan, H., Brahmanto, E., & Hamzah, F. (2021). Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Potensi Lokal. Penerbit NEM.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2022). Statistik Wisata Kuliner dan Ekonomi Kreatif 2022. Kemenparekraf RI.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan: Kedelai. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Lestari, N. S., & Aprillia, J. G. (2021). Tauco, perpaduan rasa yang eksotis. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 12(2), 106–114.
Paeru, R. H., & Dewi, T. Q. (2017). Panduan praktis budidaya jagung. Penebar Swadaya.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Alfabeta.
Suwena, I. K., Widyatmaja, I. G. N., & Atmaja, M. J. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Udayana University Press.
Tarwendah, I. P. (2017). Jurnal review: Studi komparasi atribut sensoris dan kesadaran merek produk pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5(2), 66–73.
