PENGGUNAAN TEPUNG PATI GARUT DALAM PEMBUATAN NASTAR

Penulis

  • Dewi Fitriani Akademi Pariwisata NHI Bandung
  • Chalista Luthfiana Akademi Pariwisata NHI Bandung

DOI:

https://doi.org/10.60038/jpv.v4i2.89

Kata Kunci:

Tepung, Umbi Garut, Nastar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan citarasa nastar yang terbuat dari tepung pati garut dan nastar pembanding,mengetahui perbedaan kandungan gizi yang terkandung dalam bahan pembuat nastar yang terbuat dari tepung pati garut dan nastar pembanding,Mengetahui perbedaan biaya produksi nastar yang terbuat dari tepung pati garut dan nastar pembanding,mengetahui perbedaan daya simpan nastar yang tepung pati garut dan nastar pembanding. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara eksperimen produk, penyebaran kuesioner, observasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan skala likert. Penelitian panelis dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2023 sampai 13 Juni 2023, panelis yang terkumpul ada 30 orang panelis tidak terlatih dan 10 orang panelis terlatih. Dari penilaian panelis terlatih dan panelis tidak terlatih terhadap nastar pembanding dan nastar eksperimen, diperoleh hasil cita rasa masing-masing produk. Untuk mengetahui perbedaaan warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan komposisi terbaik nastar yang menggunakan persentase tepung pati garut sebanyak 50% dan 75 % maka diperlukan rata-rata skor penilaian panelis. Berdasarkan data tabel skor penilaian panelis terlatih diatas untuk nastar pembanding yang dilakukan pada 10 orang panelis terlatih, dapat diketahui nilai pada masing-masing aspek yaitu warna, aroma, tekstur, dan rasa.penulis membuat kesimpulan mengenai penggunaan tepung pati garut dalam pembuatan nastar, sebagai berikut: 1,Cita Rasa Nastar Pembanding dan Nastar Eksperimen menurut panelis terlatih dan tidak terlatih mengenai: a. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai aspek warna yaitu nastar eksperimen A (50:50) paling menarik dibandingkan nastar pembanding dan nastar eksperimen B (75:25). b. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai aspek aroma yaitu nastar eksperimen A (50:50) paling sedap dibandingkan nastar pembanding dan nastar eksperimen B (75:25). c. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai aspek tekstur yaitu nastar nastar eksperimen B (75:25) lebih renyah dan lembut dibanding nastar pembanding dan nastar eksperimen A (50:50). d. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai aspek rasa yaitu nastar eksperimen B (75:25) lebih enak dibandingkan nastar pembanding dan nastar eksperimen A (50:50). Berdasarkan perbandingan kandungan gizi yang telah dibahas nastar pembanding dan nastar eksperimen memiliki jumlah kalori yang hampir sama, tetapi nastar pembanding memiliki karbohidrat yang lebih rendah 74 dibandingkan nastar eksperimen, sedangkan nastar eskperimen memiliki jumlah protein yang lebih rendah dibandingkan nastar pembanding. nastar pembanding memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan nastar eksperimen A dan nastar eksperimen B. Jumlah biaya produksi untuk membuat nastar pembanding adalah Rp 20.271 sedangkan nastar eksperimen A Rp 22.230 dan nastar eksperimen B Rp23.209. Nastar pembanding dapat dijual dengan harga Rp 63.177 sedangkan nastar eksperimen A dapat dijual dengan harga Rp 68.075 dan nastar eksperimen B dapat dijual dengan harga Rp 70.552 Berdasarkan hasil pra-eksperimen yang dilakukan, nastar eksperimen dan nastar pembanding yang tepungnya disangrai memiliki daya simpan yang sama. Tetapi untuk nastar yang tidak disangrai terlebih dahulu setelah sekitar 1,5 bulan mengalami perubahan pada aspek aroma Untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap tepung pati garut, Saran yang diberikan untuk pemecahan masalah adalah perlu adanya 1. promosi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal untuk membuat nastar menggunakan tepung pati garut. 2. Pemanfaatan tepung pati garut ini dapat dijadikan alternatif bahan pangan pengganti tepung terigu, sehingga dapat mengurangi impor a

Referensi

Ayustaningwarno, Fitriyo.2014. Teknologi Pangan, Teori Praktis dan Aplikasi.

Cetakan 1. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Dinpertan Pangan. Pengembangan Umbi Garut Sebagai Alternatif Pengganti Terigu Untuk Individual Autistik. Diakses dari https://dinpertanpangan.demakkab.go.id/?p=3490

Dispertan Banten. Umbi Garut, Pangan Alternatif yang Patut Dikembangkan. Diakses dari https://dispertan.bantenprov.go.id/lama/read/berita/307/Umbi- Garut-Pangan-Alternatif-yang-Patut-Dikembangkan.html .

Estiasih, Teti, Widya Dwi Rukmi Putri, dan Elook Waziiroh.2017.Umbi-umbian dan Pengolahannya. Cetakan 1.Malang:UB Press.

Gautama, Sarah Avilia. 2019. Pati atau Tepung?Jangan Salah kaprah!. Diakses dari https://student-activity.binus.ac.id/himfoodtech/2019/03/pati-atau-tepung- jangan-sala- kapra/#:~:text=Pati%20tampak%20seperti%20bubuk%20putih,flavor%20sert a%20teksturnya%20lebih%20kasar.

Indonesian chef assosiation.2020. Asal Usul Nastar dan Kastengel. Diakses dari https://indonesianchefassociation.com/article/content/cari-tahu-asal-usul-kue- nastar-dan-kastengel-yuk .

Inspirasi baking. 2021.Apakah harus sangrai tepung sebelum digunakan untuk membuat kue. Diakses dari https://inspirasibaking.com/apakah-harus-sangrai- tepung-terigu-sebelum-digunakan-untuk-membuat-kue/

Kahfi, Khairul.2022.BPS: Januari-November, Impor Gandum Indonesia 8,43 Juta Ton. Diakses dari https://validnews.id/ekonomi/bps-januarinovember-impor- gandum-indonesia-843-juta-ton

Kementrian Kesehatan RI. Data Komposisi Pangan Indonesia. Diakses dari https://www.panganku.org/id-ID/view

Kementrian Kesehatan. Konsep Dasar dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi. Diakses dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/728/konsep-dasar-dan- sejarah-perkembangan-ilmu-gizi

Maulida, Wita. 2019. Boga Dasar. Malang: Quantum Book.

Risti, Yustisia, dan Arintina Rahayuni. 2013. Pengaruh Penambahan Telur terhadap Kadar Protein, Serat,Tingkat Kekenyalan dan Penerimaan Mie Basah Bebas Gluten Berbahan Baku Tepung Komposit.(Tepung Komposit:Tepung Mocaf, Tapioka dan Maizena). 2(4), 697.

Ronitawati, Putri. 2020. Modul Dasar-Dasar Kuliner.

Rosida,Dedin Finatsiyatull.2021.Pati Termodifikasi Dari Umbi-Umbian Lokal dan Aplikasinya Untuk Bahan Pangan. Surabaya:CV. Putra Media Nusantara.

Warawardhana, Deni dan Yuni Maharani, S.Ds, MT. indonesia Culinary center.

Jurnal Tingkat Sarjana Bidang Senirupa dan Desain.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-01-10

Cara Mengutip

Fitriani, D., & Luthfiana, C. (2024). PENGGUNAAN TEPUNG PATI GARUT DALAM PEMBUATAN NASTAR. JURNAL PARIWISATA VOKASI, 4(2), 57–67. https://doi.org/10.60038/jpv.v4i2.89